Selasa, 12 Januari 2010

TEORI KEPEMIMPINAN DIAPLIKASIKAN DI PERPUSTAKAAN

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

1.Defenisi kepemimpin

Banyak Definisi mengenai kepemimpinan yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, tergantung pada perspektif yang digunakan. Kepemimpinan dapat didefinisikan berdasarkan penerapannya pada bidang militer, olahraga, bisnis, pendidikan, industri dan bidang-bidang lainnya. Ordway Tead memberikan rumusan “Leadership is the activity influencing people to cooperate some good which they come to find desirable”. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. ( Wursanto, 2003: 196).

Kepemimpinan sebagai usaha untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka bersedia menyumbangkan kemampuannya lebih banyak dalam mencapai tujuan kelompok yang telah disepakati. Menurut Ngalim Purwanto (1993: 26). “Kepemimpinan sebagai suatu bentuk persuasi, suatu seni pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui ‘human relations’ dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan membanting tulang memahami dan mencapai segala apa yang menjadi tujuan-tujuan organisasi”. Menurut Goestch dan Davis (1994: 192 ). Kepemimpinan adalah proses oleh seseorang atau kelompok mencoba untuk mempengaruhi tugas-tugas dan sikap-sikap orang lain terhadap sebuah akhir dari hasil yang dikehendaki. Hal itu adalah sebuah pengaruh proses social antara organisasi dalam hal memotivasi lainnya untuk melakukan sesuatu yang diminta untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan atau lembaga. “kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap uasaha mencapai atau melampaui tujuan organisasi”.

Kepemimpinan adalah salah satu mutu yang susah dimengerti. Kita berasumsi bahwa para manajer harus para pemimpin baik, tetapi ada keaneka ragamam pendapat tentang para pemimpin dan apa yang mereka perlukan, kadang-kadang erminologi manajer dan pemimpin diperlukan sebagai sinonim-sinonim, walau mereka tidaklah sama. Kepemimpinan hanyalah satu aspek dari apa yang seorang manajer kerjakan, pasti tidak semua tentangnya.




2. Teori Kepemimpinan

Teori kepemimpinan membicarakan bagaimana seseorang menjadi pemimpin, atau bagaimana timbulnya seorang pemimpin

Teori Kepemimpinan menurut Douglas McGregor, membagi atas 2 kelompok yaitu kelompok X dan kelompok Y. Asumsi pertama Teori X McGregor menggambarkan sebagai peersepsi manajerial tradisional, otokratis, para pekerja. Namun teori Y McGregor mengasumsikan suatu alternative untuk menyamaratakan tentang sifat manusia dan manajemen sumber daya manusia. Jadi teori Y McGregor cocok di terapkan di suatu lembaga atau organisasi seperti perpustakaan.Adapun teori Y yang dimaksud adalah:

1. Usaha-usaha fisik maupun mental manusia dalam melaksanakan pekerjaan sama halnya dengan pada waktu mereka bermain dan beristirahat/santai.

2. Kontrol/kendali eksternal dan ancaman dari hukuman bukan satu-satunya alat untuk menyempurnakan usaha terhadap sasaran hasil organisasi. Aindividu akan mengarahkan dan mengendalikan dirinya sendiri dalam mencapai tujuan dimana dia terlibat.

3. Kesanggupan dalam menapai sasaran adalah hasil suatu fungsi reward yang dihubungkan dengan prestasi mereka. Reward positif, seperti kepusan ego dan relisasi diri, adalah hal yang paling penting dari usaha-usaha yang diarahkan untuk mencapai sasaran hasil organisatoris.

4. Rata-rata manusia belajar, di bawah kondisi-kondisi yang tepat, tidak hanya untuk menerima tetapi untuk mencari tanggung jawab.

5. Adanya kemampuan penerapan imajinasi yang relaitf tinggi tingkatannya kepada hamper seluruh anggota, hingga timbul prakarsa di dalam memecahkan masalah organisasi.

6. Dalam kehidupan industry yang modern, potensi cendekiawan dari manusia rata-rata hanyalah sebagian digunakan.

Dengan penerapan teori Y, maka seorang pemimpin menciptakan kondisi dimana para bawahan berkesempatan memanfaatkan bakat-bakat dan keterampilan yang dimiliki dalam melaksanakan pekerjaan mereka. Penelitian Universita Ohio dan Universitas Micigan mengungkapkan tentang perilaku kepemimpinan. Menurut hasil-hasil penelitian tersebut, perilaku perbuatan seseorang pemimpin pada dasaranya cenderung ke arah dua hal yaitu Konderasi dan struktur Inisiasi.. Ke dua macam kecenderungan tersebut mempunyai cirri-ciri, masing-masing adalah sebagai berikut:

a. Konsiderasi. Perilaku pemimpin cenderung kea rah kepentingan bawahan. Oleh karena itu, cirri-cirinya pelaku pemimpin, hubungannya dengan bawahan adalah:

- Ramah tamah

- Mendukung dan membela bawahan

- Mau berkonsultasi

- Mau mendengarkan bawahan,

- Memikirkan kesejahteraan bawahan,

- Memperlakukan bawahan setingkat dirinya.

b. Struktur Inisiasi. Perilaku pemimpin yang cenderung lebih mementingkan tujuan organisasi dari pada memperlakukan bawahannya. Oleh karena itu, perilaku pemimpin mempunyai cirri-ciri:

- Member kritik pelaksanaan pekerjaan yang jelek,

- Menekankan pentingnya batas waktu pelaksanaan tugas-tugas kepada bawahan,

- Selalu memberitahu apa-apa yang dikerjakan bawahan,

- Elalu member petunjuk bawahan bagaimana melakukan tugas,

- Memberi standar tertentu atas pekerjaan,

- Meminta bawahan agar selalu menuruti dan mengikuti standar yang telah ditetapkan,

- Selalu mengawasi apakah bawahan bekerja sepenuh kemapuan.

Poin B, sama denganteori X yang dikemukakan oleh McGregor,artinya bahwa pemimpin dengan gaya Struktur Inisiasi sama halnya dengan pemimpin yang otoriter. Ini tidak cocok di terapkan di Lembaga atau di Perpustakaan, Jadi menurut pendapat saya bahwa poin A, yaitu Teori konsederasi ini sangat relevan diterapkan pada organisasi atau lembaga seperti perpustakaan.

Dari teori kepemimpinan yang dikemukakan di atas, mempunyai makna dan tujuan yang sama yang intinya adalah bagaimana menciptakan suasana lingkungan, pemikiran dan tindakan para staf atau team work agar dapat melakukan pekerjaannya sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi, “kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap uasaha mencapai atau melampaui tujuan organisasi, berarti keberhasilan suatu organisasi itu sangat erat hubungannya dengan kemampuan dan perilaku pimpinan.Dalam path-goal theory dikenal faktor situasional, pada suatu situasi perilaku pimpinan bisa diterima oleh para staff bila menjadi sumber yang akan segera memberikan kepuasan atau sebagai instrumen bagi kepuasan di masa yang akan datang.

3.Keefektifan Kepemimpinan

Ukuran umum yang digunakan dari efektifitas kepemimpinan dalam pelayanan informasi adalah penampilan. Hasil ini harusnya, dibarengi dengan layanan informasi dan pemimpin untuk dapat meraih prestasi perusahaan. Penampilan sangat berhibungan dengan isu-isu motivasi. Cita-cita masing-masing individu dan sumber-sumber informasi berbeda menurut tingkatannya dalam tatanan organisasi dan bias saja akan kongruen dengan layanan-layanan informasi atau hasil dari organisasi induk itu sendiri. Kepemimpinan yang efektif di demonstrasikan melalui keterampilan yang memberikan tantangan-tantangan dan kesempatan-kesempatan, aman sesuai segala sumber, dan lingkungan kerja dan menyatukan tujuan layanan informasi, manajemen dan karyawan. Ukuran kemampuan kepeimimpinan dari manajer layanan informasi dapat mencakup kemampuan layanan informasi untuk:

- Menuingkatkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan;

- Meningkatkan dan memperluas sistem informasi sesuai dengan perkembangan perusahaan atau lembaga dalam permintaan informasi;

- Menjaga daya saing organisasi melalui tindakan yang lebih baik, memperoleh informasi starstegi atau menerapkan inovatif untuk menggunakan teknologi yang ada.

Dalam Pembuatan organisasi non profit seperti perpustakaan efektivitas kepemimpinan biasanya berdasarkan comparative tindakan seperti perbandingan, evaluasi atau subyektif. Ukuran hasil dari kepemimpinan dapat dilakukan dalam cara bagaimana mengelola perencanaan tugas-tugas, merancang hasil, pemecahan masalah, dan melaksanakan pengkoordinasian.

Pemimpin yang efektif menjelaskan peran dan menentukan tugas dan tanggung jawabnya, bertindak yang efektif untuk inspirasi danmerangsang individu dan kelompok. Hal ini mengakibatkan peningkatan motivasi dan semangat yang tinggi. Melalui interaksi dan berbagai keputusan mereka dan mengembangkan kerja sama yang positif dan budaya perusahaan atau organisasi yang efektif. Pemimpin efektif juga berhasil dalam meningkatkan kualitas manajemen dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan kesiapan mereka untuk menerima perubahan.,

4.Efektivitas kepemimpinan perpustakaan

Kepemimpinan yang efektif tergantung sejauh mana seorang pemimpin itu mampu menggunakan berbagai gaya kepemimpinan dengan sebaik-baiknya. Hal ini berarti bahwa situasilah yang mungkin menentukan gaya itu cocok atau tidak. Kepemimpinan yang efektif tidak mesti tergantung pemilikan sifat tertentu tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam menangani situasi tertentu yang dihadapinya. Dengan demikian, kesesuaian perilaku kepemimpinan dapat menentukan efektivitas suatunkepemimpinan.Oleh karena itu, kepemimpinan tidak datang begitu saja, tetapi harus melalui proses panjang dan merupakan hasil komulasi kombinasi dari kterampilan, pengalaman, pengetaguan, dan pengertian naluriah. Memang, situasi tertentu akan mendorong lahirnya sifat, kepribadian dan kemampuan individu untuk memecahkan masalah. Dalam hal ini bahwa efektivitas kepemimpinan idealnya harus memiliki suatu kombinasi dari kebanyakan sifat-sifat berikut ini:

1. Kemampuan untuk memusatkan perhatian.

2. Penekanan pada nilai yang sederhana.

3. Selalu bergaul dengan orang.

4. Menghindari profesionalisme tiruan.

5. Mengelola perubahan.

6. Menghindari untukmengerjakan semua tugas sendirian.

7. Kemampuan menghadapi keggalan.

5.Kepemimpinan Perpustakaan

Perpustakaan sebagai lembaga informasi, dalam proses manajemennya terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, kepemimpinan dan pengawasan. Dalam pelaksanaannya semuanya memerlukan interakasi pemimpin dan yang dipimpin. Hubungan keduanya elemen ini mempengaruhi kinerja perpustakaan yang amat ditentukan oleh kepemimpinanyang berfungsi atas dasar kekuasaan untuk mengajak dan menggerakkan orang lain untuk melakukan kegiatan demi mencapai tujuan tertentu.

Adapun proses manajemen yang dimaksud di atas adalah:

Planning (Perencanaan): Salah satu tugas pemimpin ialah membuat perencanaan. Rencana adalah tindakan yang direncanakan atau diproyeksikan pada masa mendatang. Perencanaan memerlukan pengetahuan yang luas serta pengalaman, hasilnya akan Nampak pada keputusan apa saja yang akan dilakukan serta metode pelaksanaan untuk mencapai sasaran. Perencanaan sistematis mencakup langkah seperti:

a. Pengenalan masalah sertalangkah yang diperlukan untuk mengatasinya.

b. Mengumpulkan informasi mengenai masalah yang dihadapi.

c. Meniali berbagai pemecahan alternative serta metode untuk memecahkan masalah.

d. Pengambilan keputusan untuk bertindak.

e. Evaluasi pemecahan masalah berdasarkan pengalaman.

Organizing (Pengorganisasian) : Organisasi berarti menyusun struktur kekuasaan formal, dengan batasan jelas dan dikoordinasin untuk mencapai obyek tertentu. Obyek ini dicapai dengan gabungan usaha berbagai spesialis dalam organisasi. Menyangkut perpustakaan, pola aorganisasi perpustakaan berbeda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lain tergantung pda tujuan perpustakaan, sifat pemakai, jenis staf perpustakaan, jenis dokumen yang ditangani, keuangan, gedung perpustakaan, sikap pimpinan terhadap perpustakaan, pandangan hidup kepala perpustakaan, dan sebaginya. Dalam pemiliha pola organisasi perpustakaan, biasanya dipilih antara administrasi dan jasa terpusat (sentralisasi) dengan desentralisasi.

Staffing: Merupakan keseluruhan fungsi personil yang mencakup (a) kesempatan kerja dan pelatihan karyawan, (b) Pemantapan lingkungan kerja yang menyenangkan untuk melaksanakan tugas. Tujuan program staffing adalah menempatkan karyawan yang efesien dalam jumlah yang cukup, yang masing-masing mampu melaksanakan tujuan organisasi atau perpustakaan. Perlu dikembangkan lingkungan yang memadai sehingga karyawan merasa mampu mengembangkan kemampuan mereka sebaik mungkin. Filosofi perpustakaan, kebijakan, dan prosedur menyangkut program staffing perlu difahami dan dilaksanakan, sebaik mungkin pada semua tingkat manajemen.

Directing: Bila perencanaan, organisasi dan staffing telah ditentukan maka langkah selanjutnya ialah pelaksanaan. Namun pelaksanaan tidak akan berlangsung terkecuali telah diambil keputusan melalui pelaksanaan serta melanjutkannya. Pelaksanaan ini memerlukan pengarahan. Pengarahan merupakan tugas berkesinambungan dari pengambilan keputusan dan menyatukannya dalam perintah umum dan khusus serta melaksanakan perintah tersebut.

Controlling (pengawasan): Pengawasan dapat dilakukan dengan cara pengawasan preventil (preventive controlling) dan penngawasan korektif (corrective controlling) Pengawasan preventif adalah pengawasan yang mengantisipasi terjadinya penyimpangan-penyimpangan, sedangkan pengawasan korektif dapat dijalankan apabila hasil yang dinginkan terdapat banyak variasi. Pengawasan itu dapat dilakukan pada bidang-bidang produksi, waktu, kegiatan manusia, maupun keuangan.

6.Kepemimpinan dalam layanan informasi

Perilaku pemimpin yang efektif sangat memotivasi staf dalam pelayanan informasi. Di mana kepemimpinan, struktur organisasi, teknologi dan iklim perusahaan yang tepat, dan sangat memotivasi. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang tidak tepat mengarah pada ketidakpuasan individu sehingga menurunkan semangat. Menurut gol alur Robert House theory, efektif para pemimpin yaitu:

1. Motivasi para pengikut mereka untuk mencapai kelompok dan organisatoris sasaran(gol).

2. Pastikan bahwa mereka mempunyai pengendalian diatas hasil-hasil mereka keinginan para bawahan.

3. Para bawahan subordinat penghargaan untuk melaksanakan mahal harganya, tingkatan atau meraih target kerja mereka dengan member mereka hasil-hasil yang diinginkan.

4. Naikkan kepercayaan-kepercayaan bawahan; subordinat mereka tentang kemampuan mereka untuk mencapai target kerja dan melaksanakan mahal harganya tingkatan.

5. Pertimbangkan karakteristik-karakteristik bawahan; subordinat mereka dan jenis dari pekerjaan mereka kerjakan.

Tindakan kepemimpinan terhitung jauh dibandingkan motivasi. Pemimpin harus mampu mengeluarkan pendapatnya dan menjelaskan visi layanan informasinya agar dapat dimengerti oleh orang lain yang ingin dilibatkan. Mereka sering menggunakan ajakan yang rasional untuk transformasi dan bertindak sebagai agen perubahan

Dengan teori tentang kepemimpinan tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan yang efektif minimal memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab.

2. Mampu melihat masa depan.

3. Mampu mengorganisir dan mengarahkan potensi yang dimiliki.

4. Mampu menyeimbangkan potensi bawahan.

5. Menghargai bawahan.

6. Percaya diri dan luwes.

7. Mampu melakukan diplomasi.

8. Mampu mengendapkan ketegangan antar pribadi.

9. Mampu mempengauhi orang lain.

Keberhasilan suatu kepemimpinan dapat ditandai dengan pencapaiab tujuan yang diharapkan bersama atas visi dan misi suato organisasi. Dan keberhasilan pencapaian tujuan dipengaruhi oleh intensitas kepemimpinan dalam melaksanakan proses manajemen dan member motivasi terhadap bawahan untuk mencapai tujuan. Dalam proses kepemimpinan tidak dapat lepas dari motivasi sebagai unsure pendorong. Seorang pemimpin terdorong oleh motivasi kekuasaan, dan mereka yang dipimpin diddorong oleh berbagai motivasi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

Apabila motivasi untuk berbuat sesuatu antara pimpinan perpustakaan dengan bawahan sama, maka terbuka peluang untuk menciptakan kerja sama yang baik. Untuk itu pimpinan perpustakaan perlu memahami dan melaksanakan manajemen yang efektif dan mampu memotivasi bawahannya.







Category Uncategorized |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar