Kamis, 21 Januari 2010

MENENGOK PROYEK DIGITAL LIBRARY

Romi Satria Wahono
Peneliti, di Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah - LIPI
romi@romisatriawahono.net
http:/ /romisatriawahono.net
Tantangan baru teknologi informasi khususnya untuk para penyedia informasi adalah bagaimana menyalurkan informasi dengan cepat, tepat dan global. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi yang keberadaannya sangat penting di dunia informasi, mau tidak mau harus memikirkan kembali bentuk yang tepat untuk menjawab tantangan ini. Salah satunya adalah dengan mewujudkan digital library yang terhubung dalam jaringan komputer


1. Pendahuluan

Tantangan baru teknologi informasi khususnya untuk para penyedia informasi adalah bagaimana menyalurkan informasi dengan cepat, tepat dan global. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi yang keberadaannya sangat penting di dunia informasi, mau tidak mau harus memikirkan kembali bentuk yang tepat untuk menjawab tantangan ini. Salah satunya adalah dengan mewujudkan yang terhubung dalam jaringan komputer.
Digital Library (DL) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol eIektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan sering munculnya istilah tersebut dalam workshop, simposium, atau konferensi dengan memakai nama.
Penelitian Digtal Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat. Dimulai dengan terselenggarakannya Workshop on Digital Libraries pada tahun 1994, beberapa konferensi lain seperti Digital Libraries (DL) yang disponsori oleh ACM, kemudian Advances in Digital Libraries (ADL) yang disponsori oleh IEEE/NASA/NLM, secara kontinue diselenggarakan. Maraknya workshop, simposium, atau konferensi disini membuktikan bahwa semakin banyaknya peneliti yang mulai menggeluti bidang Digtal Library ini.
Proyek penelitian Digtal Library pada intinya meneliti bidang pendigitalan dokumen dan pembangunan sistem untuk dokumen digital.
Pada pendigitalan dokumen, diteliti tentang bagaimana mendigitalkan dokumen dan jenis penyimpanan digital dokumen baik bernpa full text maupun page image. Sedangkan bidang pembangunan sistem pada Digtal Library, diteliti tentang pedesainan dan implementasi sistem untuk memanipulasi data pada database, misalnya penelitian arsitektur sistem yang baik untuk Digtal Library, baik yang sederhana hingga implementasi teknologi agent dari Artificial Intelligence(AI), dan sebagainya.
Penelitian Digtal Library berikutnya adalah tentang hak cipta dari dokumen, payment system, customer system dan aplikasi-aplikasi lainnya. Semua aplikasi yang diteliti diarahkan menuju managemen aplikasi berbasis elektronik. Misalnya pada penelitian hak cipta dari dokumen, penelitian diarahkan untuk mengembangkan managemen hak cipta secara elektronik, meskipun tentu saja masih terdapat hambatan terutama pada peraturan hak cipta yang ada.
Proyek penelitian Digtal Library dewasa ini sudah tersebar di hampir seluruh dunia, dan kali ini akan diuraikan secara singkat proyek penelitian yang ada di Amerika dan Jepang.

2. Penelitian Digital Library di Amerika

2.1. TULIP Project
Pada tahun 1991, delapan universitas yaitu : Carnegie Mellon University, Cornell University, Georgia Institute of Technology, Massachusetts Institute of Technology, University of California, University of Tennesee, University of Washington, Virginia Polytechnic and State University, bersama perusahaan Elsevier Science mengadakan kesepakatan kerjasama penelitian tentang Digital Library yang kemudian terkenal dengan nama TULIP (The University Licensing Project).
Proyek TULIP ini adalah mendigitalkan data, dokumen, majalah di bidang Material Science. Tema penelitian utama di proyek TULIP ini adalah sebagai berikut :
1. Sistem pengumpulan dan penyimpanan data
2. Jenis data yang disimpan
3. Promosi dari proyek TULIP
4. Sistem penarikan biaya dari penggunaan Digtal Library
5. Teknik pengaksesan Digtal Library

2.2. NSF/ARPA/NASA Project
Pada bulan September 1995, NSF/ARPA/NASA mengeluarkan dana sekitar 25 juta US dolar untuk membiayai enam proyek penelitian Digtal Library. Masing-masing proyek penelitian dipusatkan di enam universitas dengan proyek penelitian sebagai berikut :
1. Carnegie Mellon University : Informedia Interactive Online Video Digital Library
2. University of Michigan : The University of Michigan Digital Library (UMDL)
3. University of Illinois at Havana : Interspace
4. University of California at Barkeley : Electronic Enviromental Library
5. Stanford University: Stanford Integrated Digital Library Project
6. University of California at Santa Barbara: Alexandria Digital Library
Proyek penelitian Digtal Library dari NSF/ARPA/NASA tersebut boleh dibilang sebagai proyek penelitian yang cukup berhasil dan menjadi dasar penelitian-penelitian Digtal Library di dunia. Hal ini karena didukung oleh peneliti-peneliti di berbagai bidang, organisasi penerbit dan percetakan, perpustakaan-perpustakaan, dan juga pemerintah Amerika sendiri.

2.3. National Digital Library project
Perpustakaan nasional seperti kita ketahui adalah perpustakaan dengan dokumen yang terlengkap pada suatu negara dan biasanya menyimpan dokumen-dokumen yang sangat penting. Untuk kelancaran distribusi dokumen dan menjaga keawetan dokumen, dimulailah usaha dan penelitian untuk mendigitalkannya. Tidak hanya di Amerika, dibeberapa negara-negara maju misalnya Perancis, Jepang, dan sebagainya usaha membangun Digtal Library untuk perpustakaan nasional juga sudah dimulai.

3. Penelitian Perpustakaan Digital di Jepang

3.1. NACSIS-ELS
Proyek dikoordinasi oleh MONBUSHO dan diberi nama NACSIS-ELS (National Center for Science Information Systems-Electronic Library Sistem). Data yang disimpan berupa jurnal penelitian, majalah ilmiah, dan data-data yang berhubungan dengan penelitian ilmiah lainnya. Transfer data menggunakan protokol yang merupakan pengembangan dari ANSI Z 39.50, dan software browser menggunakan software browser khusus yang diproduksi sendiri oleh proyek NACSIS-ELS yang dibagikan secara gratis.
Masalah yang mendasar pada penelitian NACSIS-ELS adalah sistem penyimpanan data yang menggunakan page image, untuk itu penelitian dilanjutkan dengan tema merubah data page image ke data full text.

4. Masalah Pada Digtal Library

4.1. Masalah Mendigitalkan Dokumen
Pembuatan Digtal Library tidak menemui masalah selama dokumen yang diterima berupa file elektronik. Masalah muncul pada saat dokumen yang diterima berupa file non-elektronik, misalnya berupa kertas atau buku. Hal ini merupakan masalah utama yang dibahas pada proyek-proyek penelitian diatas, khususnya dalam pembuatan Digtal Library dengan dokumen dari perpustakaan umum atau dari grey literature.
Pembuatan tidak menemui masalah selama dokumen yang diterima berupa file elektronik. Masalah muncul pada saat dokumen yang diterima berupa file non-elektronik, misalnya berupa kertas atau buku. Hal ini merupakan masalah utama yang dibahas pada proyek-proyek penelitian diatas, khususnya dalam pembuatan dengan dokumen dari perpustakaan umum atau dari

4.2. Masalah Hak Cipta Masalah ini sebagian besar terbagi dua :
1. Hak cipta pada dokumen yang didigitalkan. Yang termasuk didalamnya adalah : merubah dokumen ke digital dokumen,
memasukkan digital dokumen ke database, merubah digital dokumen ke hypertext dokumen.
2. Hak cipta pada dokumen di communication network. Di dalam hukum hak cipta masalah transfer dokumen lewat komputer
network belum didefinisikan dengan jelas. Hal yang perlu disempurnakan adalah tentang : hak menyebarkan, hak meminjamkan,
hak memperbanyak, hak menyalurkan baik kepada masyarakat umum atau pribadi, semuanya dengan media jaringan komputer
termasuk didalamnya internet, intranet, dan sebagainya.
Pengaturan hak cipta pada digital dokumen diatas sangat diperlukan terutama untuk memperlancar proyek Digtal Library di dunia. Salah satu wujud nyata adalah penelitian tentang ECSM (Electronic Copyright Management System), yang intinya adalah sistem yang memonitor penggunaan digital dokumen oleh user secara otomatis.

4.3. Masalah Penarikan Biaya
Hal ini menjadi masalah terutama untuk swasta yang menarjk biaya untuk setiap dokumen yang diakses. Penelitian pada bidang ini banyak mengarah ke pembuatan sistem deteksi pengasesan dokumen ataupun upaya mewujudkan electronic money.

5. Kesimpulan
Pada makalah ini telah diuraikan pengertian Digtal Library, proyek-proyek penelitiannya dan masalah-masalah yang masih tersisa dari Digtal Library. Meskipun tentu saja proyek Digtal Library merupakan proyek yang memerlukan tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit, tapi tak dapat disangkallagi keberadaannya sangat diperlukan terutama dalam menjawab tantangan teknologi informasi menjelang abad 21.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar