Kamis, 21 Januari 2010

Arti Penting Si Gudang Ilmu

October 2, 2007 · 1 Comment

Saya baru saja liputan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat. Agenda kala itu menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perpustakaan menjadi Undang-Undang.

Saya otomatis terngiang pada salah satu episode film kartun Aang The Last Airbender Book 2 (Earth), yang berjudul The Library. Dalam seri itu, diceritakanlah ada sebuah perpustakaan terlengkap yang terletak di sebuah gurun pasir. Sayang, perpustakaan tersebut lambat laun tenggelam tertelan pasir. Rupanya, si burung hantu penunggu gudang buku tersebut tak rela jika ilmu pengetahuan disalahgunakan.

Suatu saat bangsa api (fire nation) menggunakan ilmu yang tersimpan dari berbagai buku tersebut untuk menganeksasi suku air (water tribe), kerajaan bumi (earth kingdom), serta pengembara udara (air nomad).

Karena itulah, Burung Hantu menenggelamkan perpustakaan tersebut agar tidak terbaca lagi selamanya oleh manusia jahil bin jahat. Sebelum tuntas tenggelam, Aang dan kawan-kawan menilik ke dalam ruangan yang luas berisi berjuta buku. Sokka, kakak Katara si pengendali air (waterbender) berusaha mencari cara menemukan rahasia kelemahan bangsa api. Berhasillah, Sokka mengetahuinya, titik lemah pengendali api (firebender) di kala gerhana matahari. Sokka ingin menyebarkan rahasia itu kepada para pengendali bumi dan air supaya bisa menangkis serangan pengendali api.

Marahlah si manuk beluk (bahasa Jawanya burung hantu) dan tanpa maaf lagi dia kubur perpustakaan tersebut bersama dirinya sendiri. Begitu pentingnya ilmu, hingga dia bermata dua: sebagai pembangun peradaban dan peruntuh peradaban.

Namun seharusnya ilmu pengetahuan harus digunakan demi kebaikan manusia itu sendiri dan untuk beribadah. Laksana firman pertama Tuhan yang diturunkan kepada Muhammad: Iqra’ (artinya: bacalah). Ahhh, makin rumit mengingat banyak anak yang putus sekolah. Biaya sekolah mahal sih…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar