Jumat, 08 Januari 2010

Deskripsi Bibliografis

Deskripsi bibliografi ialah susunan data bibliografi yang disusun secara teratur, sehingga dapat diakses dari berbagai pendekatan. Deskripsi bibliografi yang dikerjakan dalam pengatalogan deskriptif adalah merekam data bibliografis dan data fisik penting lainnya yang diperlukan untuk dapat mengenali suatu dokumen. Dalam kegiatan ini juga ditentukan titik pendekatan non subyek melalui pemilihan tajuk entri.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa deskripsi bibliografi merupakan proses pengatalogan yang meliputi pengenalan dan penguraian fisik dokumen. Tidak mencakup penguraian subyek dokumen. Hasil deskripsi bibliografi biasanya dituangkan dalam bentuk katalog, yaitu sebuah kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm.

Unsur Deskripsi Bibliografi
Unsur-unsur deskripsi bibliografi meliputi 8 (delapan) daerah / bidang, yakni :
 Daerah Judul dan pernyataan penanggung jawab (title and statement of responsibility area), meliputi; judul sebenarnya, judul paralel dan judul lain, pernyataan penanggung jawab atau kepengarangan.
 Daerah Edisi (edition area), meliputi; keterangan edisi, pernyataan tanggung jawab yang berhubungan dengan edisi
 Daerah data khusus. Yaitu suatu daerah atau bidang yang khusus untuk menyatakan jenis spesifik dari bahan yang dikatalog. Daerah ini digunakan khusus untuk koleksi bahan non buku.
 Daerah Impresum (penerbitan & distribusi) atau publication, distribution, etc. area, meliputi; tempat terbit, nama penerbit, tahun terbit
 Daerah Kolasi (deskripsi fisik) atau physical description area, meliputi; paginasi atau jumlah jilid, keterangan ilustrasi, ukuran, bahan yang diikutsertakan.
 Daerah seri (series area), meliputi; keterangan seri, sub seri, nomor seri
 Daerah catatan (note area), disediakan untuk tambahan keterangan tentang bahan pustaka yang diolah atau diproses.
 Daerah penomoran standar (standard number and terms of availability area), meliputi; nomor standar buku (ISBN), harga.

Sumber Informasi

Data bibliografi yang dicatat dalam cantuman bibliografi harus diambil dari sumber informasi yang ditentukan oleh peraturan pengatalogan. Untuk tiap kelompok bahan, peraturan pengatalogan menetapkan suatu sumber informasi utama yang menjadi sumber data terpenting. Untuk bahan cetakann seperti buku dan majalah, yang mempunyai halaman judul, hal ini tidak jadi masalah. Lain halnya dengan bahan non buku. Bahan ini tidak berhalaman judul, penyusun atau penanggung jawab lain, tempat terbit, penerbit, dan tahun terbit. Data di komponen atau bagian bahan bukan buku yang dijadikan sumber informasi utama dan tambahan sering sulit ditranskripsikan, seperti misalnya title frames video atau film. Selain itu pada sumber-sumber ini kurang lengkap, atau berbeda-beda.
Penentuan tajuk entri utama dan entri tambahan didasarkan atas konsep atau prinsip kepengarangan; Siapakah yang dianggap paling bertanggung jawab atas isi intelektual atau artistik karya tersebut. Untuk bahan berupa buku, penentuan ini cukup mudah, sebab bahan tersebut sering hasil usaha berbagai orang atau badan dengan fungsi-fungsi yang berbeda-beda. Tetapi lain halnya untuk bahan non buku. Sering tidak jelas siapa penanggung jawabnya. Oleh sebab itu dikenal dengan apa yang disebut diffuse authorship atau kepengarangan kabur dan tersebar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar