Minggu, 13 Desember 2009

MEMBACA CERDAS BAGI MAHASISWA

MEMBACA CERDAS BAGI MAHASISWA Cetak E-mail

Membaca merupakan kegiatan yang penting bagi semua orang. Namun pada mahasiswa perkara membaca ini menjadi berlipat-lipat pentingnya. Alasannya terang, karena mahasiswa, dari jurusan manapun dia berasal, pada kehidupan kesehariannya tidak lepas dari dunia ilmu pengetahuan dengan beragam bentuk dan tampilannya, terutama buku.

Sudah lumrah pada kegiatan belajar di universitas, seorang dosen dari setiap mata kuliah menyertakan sederet bacaan yang dijadikan referensi atau acuan bagi mahasiswa dalam mendalami mata kuliah bersangkutan. Ada bacaan yang sifatnya wajib dan adapula bacaan yang sifatnya anjuran saja. Tapi sebenarnya, lebih dari sekedar tuntutan dosen, membaca berbagai sumber, baik berupa buku, modul, atau jurnal yang berkaitan dengan mata kuliah yang sedang dipelajari, sudah merupakan kebutuhan bagi mahasiswa. Dikatakan kebutuhan karena jika sebuah ilmu benar-benar dikuasai, maka manfaatnya pertama kali akan dirasakan oleh diri sendiri dan bukan dosen atau yang lainnya.

Permasalahannya, jika satu mata kuliah saja mengharuskan kita untuk membaca literatur yang jumlahnya tidak sedikit, maka bisa dihitung berapa banyak buku atau literatur yang harus kita baca secara keseluruhan dalam satu satuan kuliah (semester). Belum lagi beragam informasi pendukung dengan berbagai bentuk yang bermacam-macam, seperti informasi aktual di koran atau internet, jurnal atau majalah ilmiah, dan lain sebagainya. Dengan demikian, bagi mahasiswa membaca jangan sekedar membaca saja. Membaca harus dilakukan dengan cerdas. Menggunakan teknik serta perencanaan yang matang. Jangan sampai kita salah baca, misalnya setelah beratus halaman membaca buku ternyata informasi yang dicari tidak ditemukan juga. Sementara waktu begitu sempit, belum lagi setumpuk bacaan lain yang telah menanti. Problem seperti ini bisa dihindari jika kita membaca dengan menggunakan perencanaan serta teknik yang cerdas.

Memutuskan untuk membaca buku setelah mengetahui kandungannya
Jangan buang waktu kita untuk membaca sebuah buku tanpa sebelumnya mengenali informasi apa yang dipunyai buku tersebut. Kita bisa mengenali kandungan suatu buku dengan mengidentifikasi beberapa bagian dari buku dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa hal yang dapat menjadi penuntun bagi kita, selain judul dan penulis, untuk mengetahui kandungan suatu buku adalah:

Pertama, tulisan di sampul belakang. Tulisan yang terdapat pada sampul belakang buku biasanya merupakan hal yang ingin ditonjolkan buku tersebut. Bentuknya bisa berupa tulisan singkat atau abstrak buku tersebut, atau bisa juga berupa komentar-komentar dari beberapa orang mengenai buku tersebut.
Kedua, Daftar isi. Daftar isi sangat berguna untuk mengetahui cakupan atau rincian materi yang dikaji di buku. Selain itu, melalui daftar isi kita bisa langsung menemukan tema yang benar-benar dibutuhkan. Karena bisa jadi, dari sekian banyak bab suatu buku, hanya satu atau dua bab saja yang benar-benar sesuai dengan yang kita butuhkan.
Ketiga, Indeks. Buku yang baik dan memenuhi standar adalah buku yang menyertakan indeks di dalamnya. Indeks dalam sebuah buku berisi kosakata-kosakata penting atau kata-kata kunci beserta lokasi/halaman dimana kosakata tersebut berada dalam buku. Indeks biasanya ditempatkan di bagian akhir buku sebelum daftar pustaka. Indeks berguna untuk menelusuri informasi spesifik dalam sebuah buku, misalnya informasi mengenai sebuah teori berikut pencetusnya.
Keempat, Daftar pustaka. Ada dua kegunaan utama daftar pustaka bagi seorang pembaca. Yang pertama adalah untuk mengetahui keluasan bahasan serta bobot ilmiah buku. Dari daftar pustaka kita bisa mengetahui dari mana saja seorang penulis merujuk informasi dalam proses penyusunan bukunya. Yang kedua adalah sebagai penuntun bagi pembaca untuk menentukan buku selanjutnya yang akan dibaca sebagai pendalaman terhadap tema yang serupa dengan buku yang telah dibaca.
Kelima, Pengantar atau bagian pendahuluan. Sebagian pembaca kerap melewatkan bagian ini ketika membaca sebuah buku. Padahal banyak hal yang bisa kita dapat didalamnya. Beberapa diantaranya adalah latar belakang dari ditulisnya buku tersebut, orang-orang yang terlibat dalam penulisan buku, serta metode penyajian buku yang disampaikan langsung oleh penulis. Bahkan ada beberapa buku yang menjadikan bagian pengantar dan pendahuluan sebagai ringkasan dari keseluruhan buku tersebut.

Bagaimana membacanya?
Setelah memutuskan bahwa sebuah buku akan kita baca, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana membaca buku tersebut. Tiga hal utama yang sangat mempengaruhi seefektif apakah kita bisa menyerap gagasan utama atau informasi yang kita butuhkan dalam buku meliputi : metode atau cara membaca, tempat, serta waktu membaca. Tidak ada standar yang secara tepat dapat digunakan semua orang terkait masalah metode, waktu, dan tempat membaca. Contohnya, tidak semua orang menyenangi membaca di tempat sepi, karena adapula yang lebih senang jika membaca sambil diiringi dengan musik. Jadi, yang terpenting adalah mengetahui selera dalam membaca buku terkait tiga masalah tadi. Kenalilah selera kita ketika membaca.

Selain pertimbangan selera, hal lain yang penting untuk menentukan cara, waktu, serta tempat membaca adalah jenis buku dan tujuan kita membaca buku tersebut. Buku yang isinya ringan dan bahasanya mudah dicerna, bisa dibaca kapan dan dimanapun kita mau. Akan tetapi buku yang ‘berat’ dan sulit dipahami, sementara itu tujuan kita membaca buku itu adalah untuk memahami beberapa teori terkait tugas kuliah yang sedang dihadapi, tentu saja dalam membacanya pun memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi. Membacanya memerlukan waktu yang lama, tidak bisa kita membacanya dengan tergesa menggunakan teknik membaca cepat misalnya. Karena alih-alih mendapatkan sesuatu dari buku tersebut, malah kita kebingungan sendiri dengan apa yang telah dibaca. Yang demikian tentu saja tidak terkategorikan sebagai cara membaca yang cerdas. Karena inti dari membaca cerdas adalah membaca dengan cara yang tepat, waktu yang hemat, serta hasil yang akurat.

Penulis adalah Pustakawan AKATIGA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar